menantinya datang dan mempercayakan hati padanya
dan tak ada ketakutan walaupun pisaunya ada di samping hatiku
bahkan rela memberikankannya
membiarkan dia mencabik dan meninggalkannya
hati tak bertuan adalah satu-satunya hartaku
dan kupersembahkan pada ratu kehidupan nantinya
ku melangkah setapak demi stapak
tiap perhentian aku mencium ketidak setiaan dan kemunafikan
bau itu sudah terselubung dalam kehangatan harum mawar
dan menari dalam ingatanku saat masa kecilku.
mari bersulang dengan gelas kebodohan kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar