Selasa, 29 November 2011

ELIA

Resensi The Fifth Mountain karangan Paulo Coelho:                                              

                       ELIA

Sebuah novel yang menceritakan pergumulan antara Elia dan Allah, usia Elia saat itu 23 tahun. Ketika ia sedang bekerja ia ditampaki oleh malaikat Allah. Ia diminta untuk menyampaikan pesan kepada raja Israel yang intinya jika Israel masih menyembah Allah-Allah lain yang palsu tidak akan ada hujan selama Allah belum menghendakinya. Maka dari itu ia sadar bahwa dirinya adalah nabi.
            Raja Israel menikah dengan Izebel. Dengan kepintarannya, Izebel berhasil mempropaganda dewa baal di Israel dan membuat sebuah keputusan yang radikal: nabi-nabi yang tidak berpindah keyakinan pada dewa-dewi Persia itu akan dibunuh. Banyak nabi yang berpaling dan tidak setia sedangkan Elia adalah nabi yang setia itu.
            Karena kesetiaannya tercium oleh punggawa kerajaan maka dari banyak perintah untuk menghabisinyawanya. Sampai suatu ketika ia ketahuan  bersembunyi dan ia berhadapan dengan prajurit pemanah terbaik kerajaan. Panah yang seharusnya tepat tidak mengenainya. Ia selamat dan melanjutkan perjalanan ke sungai Tigris. Di sungai tersebut ia mendapat makan dari seekor burung gagak. Allah memintanya untuk melanjutkan perjalanan ke kota Akbar.
            Di kota itu Ia mengenal perempuan janda bersama anaknya. Ia menginap di rumahnya sesuai kehendak Tuhan. Lalu mulailah rasa cinta hinggap di antara mereka. Tapi, mereka tidak berani mengungkapkan satu sama lainnya. Sempat janda itu menolak kedatangan nabi Elia karena pasti akan menghabiskan jatah makan harian janda beserta anaknya tapi Elia mengatakan bahwa bahan makanan tersebut tidak akan habis karena kehendak Tuhan.
            Beberapa hari bahkan mingguan Elia hidup di kota Akbar. Banyak hal yang dilakukan oleh Elia termasuk mengajari janda tersebut menulis dan membantu mengatasi masalah-masalah penduduk sekitar. Ada budaya apik di kita Akbar yaitu menghargai tamu. Sebagai sebuah kota perdagangan yang menjalin hubungan bangsa lain dan sering menjadi orang asing di bangsa lain. Mereka tahu bagaimana rasanya menjadi orang asing di tempat orang dan mereka membutuh rasa menghargai. Maka dari itu bila ada orang asing yang menghuni beberapa waktu di kota Akbar mereka harus menghargainya apapun latar belakangnya.
            Tapi suatu masalah terjadi Israel mempersiapkan bala tentara untuk menduduki Negara tapi harus melewati kota bernama Akbar, Terjadi perdebatan yang sengit antara Gubernus yang mempersilahkantentara  sedangkan pendeta yang melakukan penyerangan pada tentara tersebut ketika prajurit Isarael dating membawa pesan kepada pada kota akbar.
            Tapi kemenangan pendapat dimenangkan  pihak yang ingin melawan karena menaruh prasangka  buruk penyerbuan mereka.
            Senua prajurit tangguh kota Akbar disiapkan untuk pertempuran. Terjadi pergulatan batin di dalam diri Elia di mana ia akan membuat mukjijat, di Israel untuk meruntuhkan dewa-dewa atau di kota AKbar untuk menghentikan perang di kota Akbar.
            Dalam pikiran Elia, berpikir bahwa ia harus membuatnya di Israel. Maka dari itu  ia mengajak janda dan anaknyua ke Israel  tapi ternyata Allah menghendaki lain. Ia mengutus malaikat berpedang api  ketika Elia ingin pergi ke Israel tengah malam. Allah meminta mereka kembali ke kota Akbar.
            Setelah kembali hal yang tak diinginkan terjadi, kota Akbar porak poranda  dan peperangan sedang berlangsung. 3 orang ini akhirnya terpisah singkat cerita hanya Elia dan anak laki-laki si janda yang selamat sedangkan si janda tewas karena tertimpa bangunan. Elia sangat sedih dan dimulailah pergumulan sesungguhnya dengan Allah. Ia merasa tidak yakin akan perjuangan yang telah ia pilih.
            Kota Akbar luluh lantah. Pasukan Israel melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kota Akbar sementara waktu. Kehancuran kota juga menghancurkan mentalitas penduduk. Orang-orang muda terbaik milik kota akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kota dan tidak ingin membangun kota ini dari nol. Sedangkan di kota ini hanya tinggal orang-orang tua, janda-janda, dan anak-anak kecil yang lemah. Dari nol Elia mengusahakan pembangunan dalam segala bidang. Elia menggerakkan orang-orang lemah menjadi orang yang tegar terhadap nasibnya. Kota yang hancur akhirnya bangkit sedikit demi sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar