Selasa, 06 Desember 2011

seandainya aku tak terlahir

“seandainya aku tak terlahir”, katanya pada Roh Agung 
sebelum meninggalkan dunia fana menuju nirwana..... 
segores sejarah tentangnya melewati sungai gangga
 sampai sungai musi 
 menjadi batu penjuru bagi manusia-mansuia
 yang menaruh harapan dan iman 
 sebuah rasa takut akan derita, sakit, mati
 Dia meninggalkan kemewahan memilih kemiskinan 
meninggalkan keramaian memilih keheningan
 meninggalkan kesenangan memilih askese
 jalan hidupnya adalah satu jalan menyimpang 
tak banyak dilewati
 membuat perbedaan setiap malam dan setiap hari
 api itulah yang dibawa kepada orang-orang malang
 tak tahu di mana jiwa ini di bawa....
. pernah dia berjalan di atas sungai gangga
 bak berjalan padang rumput mengajar tentang kehidupan 
 pada semua orang di tepian gangga menghapus belaian wanita? 
menutup mata akan kenikmatan? dan lidah akan rasa mengindera?
 kuatkah dirimu melawan dunia yang melahirkan dirimu.... 
dimana kebahagiaan dia dapatkan, 
tanyaku pada kunang-kunang 
yang pelit memberikan cahayanya “seandainya aku tak terlahir”, 
kunang-kunang itu mengulangi kata sang budha... bersama kunang-kunang disampingku aku terjebak pada labirin pertanyaan ini... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar