“seandainya aku tak terlahir”, katanya pada Roh Agung
sebelum meninggalkan dunia fana
menuju nirwana.....
segores sejarah tentangnya
melewati sungai gangga
sampai sungai musi
menjadi batu penjuru
bagi manusia-mansuia
yang
menaruh harapan dan iman
sebuah rasa takut akan
derita, sakit, mati
Dia meninggalkan kemewahan memilih kemiskinan
meninggalkan keramaian memilih keheningan
meninggalkan kesenangan memilih askese
jalan hidupnya adalah
satu jalan menyimpang
tak banyak dilewati
membuat perbedaan setiap malam dan setiap hari
api itulah yang dibawa kepada orang-orang malang
tak tahu di mana jiwa ini di bawa....
.
pernah dia berjalan di atas sungai gangga
bak berjalan padang rumput
mengajar tentang kehidupan
pada semua orang di tepian gangga
menghapus belaian wanita?
menutup mata akan kenikmatan?
dan lidah akan rasa mengindera?
kuatkah dirimu melawan dunia
yang melahirkan dirimu....
dimana kebahagiaan dia dapatkan,
tanyaku
pada kunang-kunang
yang pelit memberikan cahayanya
“seandainya aku tak terlahir”,
kunang-kunang
itu mengulangi kata sang budha...
bersama kunang-kunang disampingku
aku terjebak pada labirin
pertanyaan ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar