Rabu, 23 November 2011

kamu butuh rekonsiliasi

aku yang dikatakan KAU tahu desposisi batinmu

dan memahami sebagian perjalan cinta dan pergulatanmu
cinta seorang manusia yang selalu sama masalah kasus dan pemahamannya

dengan apakah akan kau kembalikan perasaanku dulu padamu?
ketika aku berusaha menyukaimu
"memang cinta butuh proses " seperti yang kamu katakan
pahamkah kau aku telah belajar untuk menyukai...
bingkisan ataukah apa yang ingin kauberikan agar memulihkan kekosongan ini..
aku sudah katakan "lupakahlah dia seorang yang namanya tak boleh disebut"

apakah kamu tak mengerti maksudku

ketika aku juga harus bergulat melupakan yang dulu....

butuh perjuangan dan air mata
kamu yang tidak peka
ataukah aku yang bodoh sebetulnya...
rekonsiliasi adalah harga mutlak bagimu
terutama bagi hati-hati yang
tak memahamimu
segalanya kuserahkan pada Tuhan....
sehingga tak ada kekecewaan dan ketakutan
tak ada kesedihan
kamu tak butuh aku tapi kamu butuh rekonsiliasi tampaknya....












5 komentar:

  1. Jangan salah membaca sudut pandang ya. tapi puisi balasanmu itu kayaknya salah sasaran deh. Aku nulis itu jauh sebelum ada KITA.

    BalasHapus
  2. esensi dari seni adalah bebas..salah satunya bebas memberi tanggapan. right? karena penikmat seni tidak hanya yang membuatnya saja..

    BalasHapus
  3. Aku tau. aku hanya mencoba meluruskan agar km tidak terjebak dalam sebuah kesalahpahaman suatu cerita, yang bahkan kamu tidak ikut serta didalamnya.

    BalasHapus
  4. lah...menurutmu aku komen yang mana to dari puisimu?jangan2 km yang gak maksud ya?

    BalasHapus
  5. dipuisimu tertulis jelas dan tersurat, yang mana dari puisiku yang kamu maksud. bagaimana bisa salah?

    BalasHapus